Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

Gadis di Kedai kopi

Entah sudah seberapa parah penyakit lambung yang ia derita. Rupanya itu tak membuatnya semakin menyanyangi lambungnya. Kebiasaan minum kopi dan makan pedas sudah mendarah daging. Tak lantas menjadikannya kedai kopi sebagai tempat terlarang, atau menghirup aroma kopi sebagai sesuatu yang dicegah. Kini ia tetap disini, menyantap segelas kopi susu seperti biasa. Kadangkala ia mencoba caramel machiatto, atau capuccino. Akan tetapi, kopi susu gula aren menjadi comfort coffee yang masih menjadi andalan. Sebab aroma kopi sama nikmatnya dengan perasaan kepadamu yang tak pernah mati. Sebab sakit lambung yang kuderita masih lebih baik daripada sakit ditinggalkan olehmu. Sebab duduk bersamamu di kedai kopi masih menjadi anganku yang selalu kurapalkan setiap hari. Gadis di kedai kopi yang duduk di ujung kursi. Sembari menatap jendela dengan pucat pasi. Alangkah malang nasibnya saat ini. -salma Madiun, 21 Mei 2024

Puisi - Yang Digenggam, Yang Hilang

lagi, nestapa gulana di lorong sakit aroma kimiawi dan pilu mengancam mati gadis kecil tak tau arah kesana kemari mulutnya komat kamit menyebut mantra sambil digenggamnya tiang dunia merapalkan harapan tidak kehilangan tuhan, kehendak-Nya adalah terbaik ditinggalkan pun rupanya yang terbaik mulutnya jadi terbungkam sebab saksikan kehilangan aroma kimiawi terakhir sebelum semua berakhir Madiun, 17 Mei 2024

Pembelajaran 1: Kendalikan yang Dapat Dikendalikan

 "Kendalikan apa yang bisa dikendalikan. Abaikan apa yang di luar kendalimu." Mungkin itulah kalimat yang cocok untuk menjejali isi pikiran saya saat ini. Sebab, hidup selama hampir 23 tahun sadar tak sadar membuat saya selalu ingin menyenangkan semua orang, tanpa terkecuali. Ketika segala hal terjadi di luar keinginan saya, rasanya seperti mengecewakan banyak orang yang mungkin menaruh 'harap' pada saya. Contoh kecilnya, saya jadi teringat semasa sekolah menengah akhir. Saya duduk di kelas akselerasi. Ya, percepatan. Normalnya, SMA dihabiskan selama 3 tahun, tapi saya hanya membutuhkan waktu 2 tahun untuk lulus. Sudah pasti siswa-siswi akselerasi bukanlah kaleng-kaleng. Mereka adalah pilihan. Saat itu, saya sedang belajar dengan sungguh-sungguh untuk menghadapi ujian akhir madrasah, kita sebut UAMBN. Ini merupakan ujian akhir madrasah yang menguji mata pelajaran agama islam, seperti Fiqih, Akidah Akhlak, Qur'an Hadits, hingga Bahasa Arab. Kalau tidak salah, saat ...