Jumat malam, 14 Agustus 2026 aku kehilangan makhluk yang sangat kusayangi, kucingku Firdaus. Sejak lebaran idul fitri, nafsu makannya berkurang meskipun masih tetap mau makan. Sejak kutinggal ke luar kota, kondisinya terus menurun. Tidak selincah dan seaktif biasanya. Aku tidak menyangka bahwa Firdaus dalam kondisi tidak baik-baik saja. Ditambah lagi aku harus menempuh pendidikan selama 1,5 bulan dengan kondisi minim ponsel dan komunikasi. Aku jarang menanyakan tentang kabarnya. Tanggal 2 Agustus 2026, aku tiba di rumah kembali. Melihat kondisi Firdaus yang ternyata jauh berbeda dibandingkan bulan Mei terakhir aku di rumah. Tubuhnya semakin kurus, bulunya mulai gimbal tak terurus. Kemudian, aku dan ibu membawanya ke dokter hewan untuk diperiksa. Ia masih bisa mengeong tapi tak selincah biasanya. Kata dokter, hanya pilek biasa. Setelah itu, ibu merawatnya dengan memberikan obat dan menyuapi makanan, sebab Firdaus enggan makan. Hari demi hari kondisinya semakin menurun. Tidak ...