Maaf, jika tiap kusambangi kolom tulisan ini, aku selalu meninggalkan kesedihan. Padahal, misiku di 2025 adalah banyak menuliskan harapan baik. Doa yang kulantunkan pun bukan perihal ketakutan, tetapi harapan-harapan indah yang ingin kuwujudkan ke depan. Tapi, lagi dan lagi, segala harapan baik rasanya runtuh seketika. Oh, Tuhan. Tatkala aku menguatkan diri menjadi hamba-Mu yang bertakwa, aku kembali menemui kerikil-kerikil di perjalananku. Hari ini, pagi-pagi ketika semangatku masih membara. kukerjakan list pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini satu persatu. tiba-tiba atasanku menelpon. Dalam hati kukira akan ada tambahan pekerjaan. Ternyata? Kau tau apa? Aku diberi teguran. Apakah aku berbuat salah? kurasa tidak. Ia menegurku perihal kerudung yang kukenakan. Katanya, kerudung menutup dada tidak sesuai SOP perusahaan. Bak disambar petir di pagi hari, senyum yang dari pagi terkembang tiba-tiba luntur begitu saja. Pikiranku tak karuan. Apakah aku harus memendekkan kerudungku d...