Aku tidak berjanji untuk menuliskan kalimat indah malam ini. Memaksakan untuk menulis. Tak ada jiwa yang menyertainya. Perempuan dewasa, yang umurnya menjelang dua puluh empat tahun itu masih seperti anak kecil. Menangis sepanjang hari, merengek kepada ibunya, enggan makan apabila tidak disuapi, dan masih belum bisa mengerti bagaimana suasana hatinya. Pengalaman panjang yang membuatnya terbentuk menjadi sekarang. Tidak suka keramaian, mencintai kesendirian. Duduk sendiri di tengah keramaian tak lantas membuatnya takut. Musabab tiada seorang pun yang mengenalnya. Berkali-kali ia ingin menyudahi perjalanan rumit ini. Memilih putar balik, meski waktu tak memberinya kesempatan. Bisakah kali ini waktu berpihak padanya? Hidupnya selalu menyakiti orang sekitarnya. Menjadikan mereka lemah, tak berdaya dengan luka-luka yang perempuan itu berikan. Namun, mengapa mereka diam saja di sekitar perempuan itu? Tak lantas mencari perlindungan atau bersembunyi dari serangan mematikan? Apakah ia membiark...