Sudah lama tidak menulis. Aku memaksakan diri membuka halaman blog, meski hanya sekadar mengetik beberapa kalimat. Tidak ada kalimat motivasi yang ingin kubagi. Hari ini hanya ingin menerima ruwetnya benang di kepalaku.
Merasa sudah berusaha, tapi tak kunjung mendapatkan hasil.
Takdir seperti tidak berpihak padaku. Sejak kecil, sudah susah. Sampai dewasa tetap susah.
Dikejar umur orang tua yang kian menua, dikejar target menikah yang semakin dekat, tapi aku belum jadi apa-apa.
Mimpiku banyak, tapi seperti cuma jadi mimpi.
Umur produktif, tapi tidak mampu memberikan dampak apapun.
Tak layak diberikan kebahagiaan, sebab kapasitasnya belum cukup untuk menerimanya.
Merasa diri tak layak menjadi pasangan siapapun, sebab masih berantakan.
Sebagai anak pun, belum bisa sepenuhnya berbakti.
Konflik dengan kondisi rumah tak pernah menemui ujung.
Setiap hari membuat orang sekitarku merasa terbebani sebab harus menghadapi sisi "Salma yang lain" ketika pikirannya semrawut.
Tidak bisa tidur sesuai jamnya, sebab pikirannya lebih aktif di malam hari.
Menikah dan punya keluarga kecil bahagia seperti hanya angan-angan semu.
Hidup sejahtera, punya tabungan cukup, slow living, bisa bangun rumah, pergi umroh, semua hanyalah harapan kosong.
Langkah saat ini tidak tahu arah.
Sempat terpikir ingin melenyapkan diri.
Tapi masih memikirkan bagaimana kondisi orang tua dan tanggung jawab yang kutinggalkan di dunia.
Takut masuk neraka.
Masih banyak dosa.
Dan saat tiba-tiba susah bernapas, jadi teringat kalau di akhirat urusannya bakal lebih panjang.
Ternyata pergi sebelum dipanggil justru menambah masalah.
Alhamdulillah hari ini masih hidup. Semoga besok masih hidup juga ya sal.
Madiun, 6 Agustus 2025
Komentar
Posting Komentar