Beberapa bulan setelah momen itu, pelan-pelan aku mulai membuka diri. Menerima kebaikan-kebaikan di sekitarku tanpa merasa adanya ancaman. Ketakutanku masih ada, sangat ada. Tetapi ia kukubur dalam-dalam agar tak menghantui.
Aku salah. Nyatanya ketakutan itu tetap bergentayang, dengan wujud lain. Membentuk sebuah trauma besar yang nyata.
Ketakutan ditinggalkan, ketakutan hal-hal bahagia hanya berangsur sementara, ketakutan akan dunia yang tak selamanya ada di pihakku.
Aku tahu aku kenapa. Aku tahu ada yang salah pada diriku. Aku tahu aku tidak baik-baik saja.
Aku tahu.
Sab, 8 Agustus 2026
-slm
Komentar
Posting Komentar