Ada sedih yang tergambar kala aku melihat sosokku sendiri. Terbang tinggi dalam angan bila kacamata khalayak memandang. Akan tetapi, tenggelam dalam lautan bila mataku sendiri yang menatap. Dibesarkan dengan ambisiusitas tinggi, dengan beragam persaingan, dan seringkali memenangkan. Membuat pola pikir seorang aku menjadi sedikit lebih kompetitif dibanding teman sebayaku. Angan-angan tinggi yang masih terawang tak karuan, berbetuk seperti apakah dia, namun mengapa jiwa seorang aku begitu menderu ingin segera meraih? Entahlah. Jiwanya sudah termakan harap yang tak ada ujung.
Sosok itu kemudian telah tumbuh beranjak dewasa. Kini dikelilingi lingkungan yang sedikit berbeda dari masa kecilnya. Over kompetitif. Kuliah di perguruan tinggi yang nan jauh dari rumah membuat jiwa ambisiusnya meluntur sedikit demi sedikit. Dunianya yang dulu masih terkesan sempit dan ia masih begitu agung untuk menyerukan namanya dalam kemenangan. Kini, kemenangan tak hanya dapat diraih olehnya. Beribu jalan bisa dicapai siapapun. Pola pikirnya mulai berubah.
Dimulai dari sinilah ceritanya baru saja dimulai. Harapan-harapan yang pernah dirancang mulai berguguran. Terselip ragu yang cukup besar di sela-sela percaya diri yang dulu pernah terbangun. Orang pintar ternyata tidak sedikit.
Ada sebuah tembok besar yang membuatnya tiada berkembang. Diam dalam kata. Sunyi dalam pikir. Temaram dalam karam. Perihal arah langkah, jalan pikiran, kualitas bercanda yang seratus delapan puluh derajat berbeda dari lingkungan sebelumnya. Ia hanya menjadi gadis kecil yang 'iya' saja tanpa pertentangan —di depan mereka. Dan menjadi penggagas cakap di dalam dirinya sendiri. Sebuah perbedaan besar atas dirinya yang dulu, keceriaan dan ribuan kata yang biasanya terlontar cepat meski dalam hitungan menit.
Tak pernah terpikirkan bahwa suatu hari akan datang kondisi sedemikian rupa. Terlilit oleh pikiran sendiri, bercengkrama oleh ketakutan. Sekarang, diam adalah pilihan. Berkarya dalam diam adalah jalan seorang aku. Dan aku harap, suatu hari aku dapat menyuarakan tulisanku. Suatu hari aku dapat mengatakan aku mampu.
Untuk aku sendiri,
Tetap semangat meniti hidup!
-Slm/19/08/2020
Komentar
Posting Komentar