Banyak hal yang terjadi setiap harinya. Tetapi, lantas kapan terakhir kali merasa bersyukur atas setiap hal yang terjadi? Kadang suatu hal menyakitkan pula tetap patut disyukuri sebab Allah masih memberi kita air mata untuk menangis. Walaupun taraf bersyukur saat duka rasanya sangatlah sulit. Minimal, bersyukur tatkala merasa nikmat yang diberikan-Nya begitu melimpah. Mampu bernapas setiap harinya, sehat tanpa sakit, bahagia karena berbagi. Sesimpel itu.
Aku bersyukur, hari ini mampu mengendalikan emosi amarah menjadi lebih terkontrol. Tatkala pikiran mulai ruwet, mulut mendorong untuk 'ngedumel', tapi logika tetap mengatakan untuk menahan. "Tahan Salma, selesaikan pekerjaan ini dulu. Kalau sudah selesai, kamu boleh marah," Ucapku kala dihadapkan dengan tugas kelompok yang tidak kunjung selesai padahal sebentar lagi waktunya presentasi. Jobdesk temanku tak kunjung dikerjakan hingga melewati deadline pun. Dengan cepat, aku mencari jaringan wifi dan sinyal yang lebih baik, kemudian ngebut mengerjakan tugas yang telah di ujung tanduk tersebut.
Lelah pasca ngebut, kemudian presentasi, membuatku lemas seketika. Rasanya ingin tidur saja. Alhasil, selesai melakukan presentasi, aku merebahkan diri di atas kasur selama satu jam untuk mengembalikan energiku yang menguar bersama ketik demi ketikan tulisan makalah. Aku tidur, tidak jadi marah. Setidaknya ini lebih baik daripada harus meluapkan emosi yang berapi-api.
Terima kasih diriku, hari ini kamu berhasil mengontrol emosi dengan lebih baik.
Komentar
Posting Komentar