"Jangan sekali-kali kau ambil keputusan tanpa melibatkan Tuhan. Sebab, ketika kau merasa salah memilih, kau akan menyalahkan dirimu berulang kali."
Saat ini, aku sedang menganut ungkapan tersebut. Memilih menjadi salah satu challenge terbesar di hidupku, karena akan menimbulkan dampak yang begitu luar biasa ke depannya. Setiap pilihan memiliki konsekuensi yang bervariasi, tergantung pilihan dalam bentuk apa. Contohnya saja, ketika aku memilih pekerjaan. Aku memutuskan untuk merantau ke kalimantan timur. Berbekal 'merasa' gaji sudah cukup serta benefit-benefit lainnya yang akan ku dapat, aku memutuskan yakin bekerja di tanah borneo. Nyatanya, segala janji manis owner perusahaan hanyalah semu. Aku terjebak dengan lingkungan yang buruk. Hingga akhirnya aku hanya bertahan 6 bulan saja bekerja di sana. Barangkali, saat itu aku tidak benar-benar menyerahkan segala urusanku kepada Tuhan. Aku termakan oleh narasi duniawi yang memanjakan angan.
Sekarang, aku sudah bekerja sebagai pegawai kontrak di salah satu BUMN. Setelah menganggur selama satu bulan, akhirnya aku bekerja lagi. Belajar dari yang lalu, kini aku mengambil keputusan dengan meminta kepada Tuhan. Yang sedang aku tanamkan di otak adalah..
"Sertakan Tuhan di setiap keputusan. Apabila berdampak baik di hidupmu, maka bersyukurlah sebab Tuhan tidak akan salah memberikan kehendak-Nya. Apabila tidak berdampak baik untuk hidupmu, maka tetaplah bersyukur. Mungkin itulah cara Tuhan memberikan pembelajaran berharga untuk keputusan-keputusan yang akan kau ambil ke depannya."
Komentar
Posting Komentar