Bangun tidur mengecek ponsel, harap-harap si doi mengirimkan ucapan selamat pagi. ah, boro-boro mengucapkan selamat pagi, punya doi saja tidak, hahaha. Paling hanya sekadar melihat notifikasi serta melirik jam menunjukkan pukul berapa. Padahal sudah siang, tapi mata menolak untuk riang. Tangan kembali melaksanakan tugasnya menarik selimut menutupi seluruh badan. Pagi yang menggigil.
Pukul sepuluh, badan baru bangkit dari tempat persembunyian. Meregangkan seluruh otot untuk menyapa dunia yang sudah panas oleh cahaya mentari. Tangan mulai menuliskan to do list yang sudah terlambat itu. Brunch, apply pekerjaan, mencuci baju, menjemur baju, membersihkan kamar, menulis di blog, berlatih bahasa inggris. Kasihan sekali makhluk sepertinya yang bukan "morning person" dan cenderung kelelawar person. Ketika pagi harus mendengkur di balik selimut, tetapi malam berjaga penuh karena mata tak ingin segera beristirahat.
Menjaga diri untuk tetap produktif itu perlu. Agar setiap waktu dipergunakan dengan baik. Agar waktu yang dimiliki digunakan secara efektif dan efisien. Berbeda dengan sekadar sibuk, yang tak tahu arah tujuan dari apa yang dikerjakan.
Tujuan utamaku adalah mahir bahasa inggris dan mengasah potensi menulisku. Lantas aku akan mengalokasikan waktu lebih banyak kepadanya. Sedang, waktu yang tersisa kugunakan untuk menuntaskan kewajibanku yang lain, seperti rapat kepanitiaan, mengurus keperluan pribadi, hingga keperluan adik-adik binaan di asrama.
Hidup seperti ini menyenangkan. Hanya saja bagian kebiasaan bangun siang apabila tidak ada kuliah dan sedang libur beribadah harus aku perbaiki. Karena yang aku sering dengar, orang sukses kebanyakan bangun pagi. Dan aku ingin menjadi orang sukses.
Komentar
Posting Komentar