Bahkan sudah setengah jam laptop terbuka, memandangku yang tengah menengok kesana kemari memikirkan sesuatu untuk ditulis. Pun, jiwanya ia panggil untuk menghadirkan panggilan-panggilan yang bersemayam di dalam rongga hatinya yang beku. Tetap saja, rasanya enggan menuliskan beberapa kalimat yang ingin disampaikan. Entah terlalu rumit, ataukah tidak berselera.
Sore tadi, lampu di kamarnya padam. Sudah waktunya diganti yang baru. Seperti semangatnya untuk tetap berjalan, berdiri, menyusuri perjalanan hidupnya. Mati. Sudah waktunya diganti yang baru. Ah, atau diperbaiki saja sudah cukup?
Memasuki hari keempat, mempersiapkan usaha kecil-kecilan ini agar segera tumbuh membesar. Tuhan, aku ingin menyempurnakan separuh agamaku. Berikan aku kemudahan-kemudahan dalam mengumpulkan rezeki untuk mencapainya. Rizqi-Mu sangatlah luas, dan perkenankanlah aku menjemputnya dengan cara yang Engkau ridhoi.
Rasanya tidak tahu ingin menuliskan apa. Sebab suara-suara hati yang ingin diungkapkan terasa tercekat di tenggorokan. Biarkan aku menuliskan secara acak hal-hal yang secara spontan ingin kutuliskan.
Mungkin sampai sini saja.
- slm
Madiun, 12 Juli 2025
Komentar
Posting Komentar